Selasa, 05 Januari 2016

Quotes About Perpisahan

“Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan”

“Farewell. Pada akhirnya yang bertemu akan berpisah. Yang ada akan tiada. Yang datang akan pergi. Yang lewat akan berlalu. Entah bergegas entah mengulur waktu perginya. Tapi pasti …. Pasti!” 

“Tuhan pasti bertanggung jawab: menciptakan perpisahan, berarti siap menanggung resiko menerima rentetan doa-doa tentang pertemuan yang antri untuk dikabulkan”

“Jika memang kita tidak ditakdirkan bersama. Mengapa Tuhan mengizinkan kita untuk dipertemukan?”

“Jejak ini mengendap sudah.
Tersapu habis buih.
Terpecah karang,
demikian tangis ini.
Peluk aku sebisamu.
Layaknya pasir pantai membenamkan mata kakiku.
Selagi kaki ini masih menjejak.
Selagi jantung masih berdetak.
Selagi bisa kita menderak jarak.
Menjadikannya serupa bisik serak.
Koyaklah waktu!
Jadikan ini milikmu!
Rengkuh…
Seharusnya ini milikmu.
Seandainya kamu tahu!
Bodohnya kamu…” 


“Kering sudah muara sungaiku. Menamparmu yang menari, bernyanyi, dan berjalan memunggungiku. Musnah aral dalam pelarian. Kau rampas sukmaku.” 

“Jejak ini mengendap sudah.
Tersapu habis buih.
Terpecah karang,
demikian tangis ini.
Peluk aku sebisamu.
Layaknya pasir pantai membenamkan mata kakiku.
Selagi kaki ini masih menjejak.
Selagi jantung masih berdetak.”


Ayuus Fairuz

Quotes About Peluk

“Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.”

“Barangkali itulah mengapa kematian ada, aku menduga. Mengapa kita mengenal konsep berpisah dan bersua. Terkadang kita memang harus berpisah dengan diri kita sendiri; dengan proyeksi. Diri yang telah menjelma menjadi manusia yang kita cinta.”

“Seharusnya ada perayaan hari ini, bukan peluk sesaat untuk selamanya.”

“Jejak ini mengendap sudah.
Tersapu habis buih.
Terpecah karang,
demikian tangis ini.
Peluk aku sebisamu.
Layaknya pasir pantai membenamkan mata kakiku.
Selagi kaki ini masih menjejak.
Selagi jantung masih berdetak.
Selagi bisa kita menderak jarak.
Menjadikannya serupa bisik serak.
Koyaklah waktu!
Jadikan ini milikmu!
Rengkuh…
Seharusnya ini milikmu.
Seandainya kamu tahu!
Bodohnya kamu…” 

“Jejak ini mengendap sudah.
Tersapu habis buih.
Terpecah karang,
demikian tangis ini.
Peluk aku sebisamu.
Layaknya pasir pantai membenamkan mata kakiku.
Selagi kaki ini masih menjejak.
Selagi jantung masih berdetak.” 

Ayuus Fairuz

Quotes About Patah Hati

“Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.” 

“Kadang aku merasa sudah dekat dengan kegilaan.
Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang?

Bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang -yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu- tak melibatkan lagi namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apapun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa-basi pada hari perayaan agamamu.

Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya. Bahkan sekadar untuk diingat.” 

“Yang membuatmu patah hati sebenarnya bukan cinta,melainkan besarnya harapan 
yang kau pertaruhkan untuknya.” 

“terkadang cinta itu bodoh,saat kita tau bahwa seorang yang kita cintai tak bisa mencintai kita tapi kita masih saja berharap adanya keajaiban.” 

“salah satu hal yang menyakitkan tetang patah hati adalah dia tak pernah berteriak hingga tak ada yang mendengarnya kecuali diri sendiri.” 

“Buat apa merisikokan patah hati untuk orang yang nggak benar-benar bisa membuatmu jatuh hati?” 

“rindu adalah mahkota kebesaran yg kukenakan, berharap kamu dapat mengenaliku dari kejauhan.
padamu, apa yg kusebut sebagai cinta tak lebih tegar dari setetes embun yg berhastrat meretaki bebatuan, tak lebih khusyuk dari do'a-do'a yg kuisyaratkan dalam munajat-munajat hening pengharapan” 

“Kering sudah muara sungaiku. Menamparmu yang menari, bernyanyi, dan berjalan memunggungiku. Musnah aral dalam pelarian. Kau rampas sukmaku.” 

“pada kilatan pisau yang kau asah
berbayang urat leherku
pada beling-beling kaca yang kau pecah
bercermin sayatan-sayatan hatiku
dan luka di jantungku, 
sayang

pada kilatan pisau
dan pecahan-pecahan kaca
kau bermain didalamnya
menyulang percikan-percikan darahku” 

“Kau tak tahu betapa sedihnya hati yang menanti. Kini, selamanya kau menjadi punggungku. Mewarnai hidup yang pernah kosong walaupun sementara. Memupuki hati yang dirundung sepi walaupun sementara. Serta menyiksa cinta yang hampir beku walaupun sementara.” 

“hari ini aku adalah bahagian terburuk dari mimpi
namun hidup harus tetap menyala, meski perih kusirami dengan air mata sendiri” 

“Aku tahu sekarang, apa yang terparah dari patah hati. Aku tidak mati. Walau sakitnya membuat semua tulangku lantak, walau sakitnya membuat semua luka menganga, tapi aku terus hidup. Aku akan terus hidup dengan semua sakit di dada.” 

“Tidak perlu membesar-besarkan sesuatu, yang pada dasarnya memang tidak besar . Kamu berlebihan” 

Ayuus Fairuzz

Cinta

Kalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang 
kau inginkan nanti? 
Sepi. kalau nanti kau 
dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan 
waktu? 
Sendiri. bila hari tak lagi berani
munculkan diri, dan kau tinggal untuk
menanti?
Cari. andai bumi sembunyi saat
kau berlari?
Mimpi. lalu malam menyer-
gapmu dalam pandang tiada tepi?
Hati.
baik...aku tak lagi memberimu mungkin?
kecuali. baik..baik, aku hanya akan menya-
pamu tanpa kecuali?
Mungkin. dan jika
tetap seperti itu, embun takkan jatuh dari
kalbumu?
Sampai. akankah kau patahkan
tubuhmu hingga musim tiada berganti?
Mari. lalu kau tumbuhkan bunga tanpa
kelopak tanpa daun berhelai-helai?
Kemari.
juga kau benamkan yang lain dalam jurang
di matamu?
Aku. katakan bahwa kau mene-
rimamu seperti aku memberimu?...
kau? ya. kau?...aku.

Quotes About Cinta

“Maafkan
Jika senyumku
Tersembunyi dibalik air mata
Dan kata-kata mesra
Menjadi tanpa daya
Karena terperangkap
Dalam Prasangka

Tapi Tuhan Tahu..
Cinta yang kupunya
Lebih berwarna
Dari yang kau kira” 



“Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.” 

“mencintaimu adalah bahagia & sedih;
bahagia karna memilikimu dalam kalbu;
sedih karena kita sering berpisah” 


“Aku tidak pernah keberatan menunggu siapa pun berapa lama pun selama aku mencintainya"


“Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu. 
Aku ingin orang itu selamanya aku. ” 

“Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu” 

“Ada dunia di sekelilingmu. Ada aku di sampingmu. Namun, kamu mendamba rasa sendiri itu.” 

“...Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu...”

“Sebenarnya aku tidak bermaksud menghindarimu. Aku hanya berusaha menghindari perasaanku sendiri dengan menghindarimu” 

''Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angla

Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
Sebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi."

“Cinta dan memberi adalah dua kata sejati dalam kamus nurani” 

“Kenapa selama ini orang praktis terlupa akan burung gereja, daun asam, harum tanah: benda-benda nyata yang, meskipun sepele, memberi getar pada hidup dengan tanpa cincong? Tidakkah itu juga sederet rahmat, sebuah bahan yang sah untuk percakapan, untuk pemikiran, untuk puisi—seperti kenyatan tentang cinta dan mati?"

“Aku tak ingin berakhir seperti mereka, saling mencintai. Lantas kehilangan dan kini mereka hanya mengenang dan merenung dari jauh.”

“Apakah cinta
selalu menyediakan airmata?” 

“Jangan menunda. Jangan habiskan separuh hidupmu untuk menunggu waktu yang tepat. Seringnya, saat kau sadar, waktu yang tepat itu sudah lewat. Kalau sudah begitu, kau cuma bisa menyesal.” 

“Menunggu cinta bukan sesuatu yang sia-sia. Menunggu seseorang yang tidak mungkin kembali, itu baru sia-sia.”

“Kita perlu jatuh cinta atau patah hati untuk dapat membuat puisi yang bagus.” 

“Tak pernah ada yang salah dengan cinta. Ia mengisi sesuatu yang tidak kosong. Tapi yang terjadi di sini adalah asmara, yang mengosongkan sesuatu yang semula ceper. Dengan rindu. Belum tentu nafsu.” 

“Cinta, sebuah kata yang tak persis pengertiannya, kecuali ketika kita merasakan sakitnya. 

“Jangan mencari yang besar-besar, cukup mengerjakan yang kecil-kecil dengan cinta yang besar. Makin kecil yang kita hadapi harus makin besar cinta yang kita berikan” 

“Cinta yang tidak dipersatukan Allah di Dunia mungkin disimpankan-Nya untuk dipersatukan di akhirat nanti.”

“cara yang terbaik untuk mengobati cinta yang luka adalah : JATUH CINTA LAGI” 

“Tidak ada yang terenggut. Setiap orang punya keajaiban cintanya sendiri. Kau hanya belum menemukannya.” 

Dalam Doaku

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu..

Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu

‪#‎CDH‬

Kamis, 03 Desember 2015

Pergi Dengan Indah

Aku tidak sempurna dan aku bukan sosok idaman mu
tapi jiwa ku dan raga ku seluas cinta ku 
biarkan aku yang membuktikan biarkan aku yang menunjukkan 
cinta ku adalah perjuangan pertandingan hidup dan matiku
ku tak akan nanti melakukan sebelum semua kau dasari 
tak pernah salah ku mencintamu memujamu asalkan kau lihat hatiku

Cinta ini cinta pertama ku 
cinta ini yang membuat ku bertahan untuk tetap mencintaimu
tapi kali ini maafkan aku penantian ini harus berakhir
bukan karna aku tak mencintaimu lagi
bukan aku tak menyayangimu lagi
dan bukan aku tak mau memperdulikanmu lagi 

Aku masih cinta
aku masih sayang
aku masih memperdulikan mu dulu
hingga sekarang dan  
hingga nyawaku terpisah dari raganya
tapi maaf kali ini aku harus pergi
dan harus benar benar pergi 
cinta bukan buta tapi cinta memahami
semoga hidup ini lebih berwarna bagi kita
meski harus terpisah...

Aku ingin kamu bahagia
Aku ingin kau menemui hidup yang sesungguhnya
Aku ingin kau berguna tegar dan menjadi ibu yang baik...

Saat ini aku tuntaskan perjalanan ini
Tak menemukan cinta sejati


Untuk mu yang aku cintai :*