Senin, 22 Agustus 2016

relakanmu bersamanya

Wadah angan-angan semakin terisi penuh, kini ketinggian mereka seperti tak terengkuh. Di dalamnya, ada kita dengan indah cerita yang tak mungkin dijadikan nyata. Di dalamnya, ada aku yang begitu bahagia. Di dalamnya, ada kamu yang sedang jatuh cinta. Namun, mimpi memang tidak bisa bertahan terlalu lama. Karena aku perlahan menyadari bahwa cerita kita memang tak akan pernah ada. Semesta sedikit demi sedikit mengirimkan hujan kenyataan, agar aku bisa berhenti menciptakan khayalan di luar jangkauan.

Siapa sebenarnya yang berperan sebagai tokoh antagonis hingga tak jarang aku menangis? Aku sendirikah yang terlalu jahat memberi seutuhnya hati untuk rela disakiti? Atau dia yang tak mampu menjaga hatiku dengan hati-hati sampai retak berkeping seperti ini? Menjaga? Ah aku salah lagi.

Kamu memang tak pernah benar-benar mau memiliki. Ekspektasiku saja yang terlalu malas menginjak bumi, ia terlalu tinggi. Cerita-cerita kita yang kukira akan sempurna, ternyata tak berakhir bahagia. Yang kutahu tentang masa depan itu kamu, tapi malah kamu yang menyuruhku untuk tetap berpijak saja pada masa lalu dan berhenti di situ.
Yang kutahu tentang perjuangan itu kita, tapi ternyata hanya aku yang berusaha. Bagaimana bisa? Bagaimana caranya membuatmu melihat apa yang kulihat sementara kita sama-sama telah buta akan tujuan yang berbeda?

Hingga akhirnya hati kecil membujuk untuk aku segera merelakan. Bukan suatu hal yang sulit, hanya mungkin butuh waktu. Butuh waktu yang tak sebentar bagi hati untuk merapikan serpihan demi serpihan. Butuh waktu yang tak sebentar bagi diri untuk menerbangkan segenggam kemungkinan-kemungkinan. Butuh waktu yang tak sebentar untuk menyadari, bahwa satu-satunya jalan adalah dengan membiarkanmu pergi. Ialah aku, dengan tanpa keberanian untuk mengaku. Ialah aku, yang menyerah sebelum benar-benar memperjuangkan.

Kau tahu, aku seperti mengejar kereta yang tak pernah kutahu akan tiba. Aku seperti memperjuangkan yang belum mau diperjuangkan karena buatnya aku pun belum pantas diistimewakan. Mungkin lain kali bukan objeknya yang harus kuperjuangkan, tapi kesetaraan perasaan.
Awal yang menggebu, ternyata meninggalkan sisa-sisa rasa yang dinilai tak bermakna seperti abu. Tapi aku ingin menerbangkannya, mungkin agar bisa sedikit saja kau merasakannya. Meski aku tahu, untuk merasa saja takkan bisa mengubah apa-apa. Pun kepemilikan hatimu yang telah dipegang oleh dia. Aku berserah pada Tuhan Sang penentu arah. Aku melambaikan tangan pada kamu yang bersiap masuk dalam kolom masa lalu.

Nyatanya tidak perlu ada perjuangan. Sebab hatimu telah ada yang memenangkan. Sebagai pihak yang mengalah dan sudah mengaku kalah, kemudian aku mengubah arah. Meski hati sepenuhnya masih ingin menujumu, namun kenyataan menyadarkan bahwa rasa kita tak bisa saling temu.
Kukantongi bahagiamu dengannya, supaya aku akan tetap ingat bahwa aku boleh berada pada kondisi yang sama. Karena seharusnya tidak hanya hari-harimu yang indahnya tanpa jeda, tapi milikku juga.

ingin diinginkan

Hari-hari ini, beberapa daripadaku telah tampak tak kasat mata di kepunyaanmu. Di saat aku ingin menjadi satu-satunya titik yang kaupandang lekat-lekat, kenyataan menjawabnya dengan pahit yang teramat pekat. Sebab, yang ada padaku memang tidak untuk menjadi sesuatu yang menarik perhatianmu. Teriakan yang tak terdengar, atau kamu memang enggan menoleh lalu sadar. Keberadaan yang tak terlihat, atau kamu memang enggan untuk kita menjadi terlalu dekat.

Rasanya aku tak begitu berbeda dengan yang lainnya, namun mengapa tak kamu berikan aku tatapan yang sama? Harus sejauh mana aku menyentuh hatimu, agar setidaknya kamu tak buru-buru berlalu dari sisiku? Kukira mencintai lewat mimpi tak akan pernah senyata ini, kecuali padamu.
Lalu, ketika kini aku terlanjur cinta, rasa ini harus dibawa ke mana? Sementara ke hatimu saja tak kutemukan jalannya.

Bagaimana bila rasa ini bukanlah untuk sementara? Bagaimana bila aku tak sanggup lagi untuk menunggu lebih lama? Barangkali terlalu sulit bagimu untuk menaruh peduli, sedangkan terlalu mudahnya aku untuk memberi hati.

Meski kamu memilih jalan yang tak pernah melewati pintu hatiku, ingatlah bahwa itu tak berarti aku tak menunggumu di balik pintu. Bisa jadi, di suatu waktu yang entah, kamu tersesat kemudian berteduh di berandaku. Bisa jadi, di suatu saat yang kelak, kamu menemui nyaman di hangat pelukku. Tetapi, bisa juga tidak.
Meski yang mereka lihat ialah bahwa aku selalu menerima, ingatlah, tak berarti aku tidak berusaha. Barangkali di suatu waktu yang entah, kamu akan mendengar. Barangkali di suatu titik yang entah, aku akan terlihat. Atau barangkali sebelum semuanya itu terjadi, rasa yang ada justru telanjur pergi.
Semoga di suatu hari yang entah, kamu akan tahu bahwa aku pernah sebegitunya ingin untuk diinginkan. Semoga di suatu hari yang entah, kamu akan tahu bahwa aku pernah sebegitunya ingin untuk terlihat. Semoga pada saat itu, segala sesuatunya belumlah terlambat.

maaf, aku masih cinta

Tak perlu jadi yang paling pintar untuk tahu bahwa kenyataan tak selamanya sesuai harapan. Kita yang semula sulit terpisahkan, kini bertolak belakang. Dulu, kamu hanya ingin denganku, aku juga hanya ingin denganmu. Tapi ternyata hanya keinginanku yang terus bertahan seperti itu.
Dari hati yang terdalam, izinkan aku mengucap maaf. Maaf, karna aku tlah membohongimu dulu. Maaf aku terlanjur mencintamu begitu dalam. Maaf, aku merasa memilikimu, dan masih ingin begitu hingga sekarang. Maaf, tak seperti yang kamu inginkan, aku gagal menerima keadaan bahwa kita sudah tak sejalan.
Entah siapa yang semestinya kusalahkan; ekspektasi yang ketinggian, atau semesta yang terlalu terlambat untuk menyadarkan. Aku butuh lebih dari sekadar waktu, untuk memahami bahwa kita sudah tidak seperti dulu lagi. Untuk memaklumi, bahwa hubungan kita sudah tidak seakrab dulu lagi. Untuk mengerti, bahwa aku sudah tidak seberarti dulu lagi. Khayal masih menerbangkanku begitu tinggi, tanpa kusadari bahwa sepasang tanganmu tak ada untuk menangkapku nanti.
Sungguh, aku turut bahagia jika kamu baik-baik saja. Namun apakah kamu tahu bahwa ‘telah terganti’ ialah tamparan keras bagi hati?
Kamu belum pernah mengajariku agar mengerti bahwa kelak posisiku akan terisi. Agar bisa kuterima bahwa bukan lagi aku yang kamu butuhkan saat ini.
Lalu aku bisa apa? Sementara luka kujahit sendiri, kamu di sana sudah tak lagi ambil peduli. Andai sedikit saja kamu mau menoleh lagi, lihat aku. Masih di sini, masih membuka hati, masih menganggap kamu lebih dari berarti.
Aku belum terbiasa untuk mengakui bahwa dia yang lebih bisa. Aku belum mampu untuk mengakui bahwa kini dialah tujuanmu. Kukira aku selamanya jadi yang kamu butuhkan, ternyata itu sebatas harapan. Kupikir tak ada yang bisa sepertiku dalam hidupmu, ternyata kamu menemui ia yang dengan mudah menggeser seorang aku.
Perubahan ini terjadi tanpa persiapan, kesadaran ini datang tanpa keberadaanmu. Maaf, bila yang kubutuhkan masihlah kamu di saat kamu sama sekali tidak memperdulikan ku lagi. Kini, izinkan aku untuk membenahi lagi serpihan-serpihan yang masih berbentuk retakan. Sementara kamu, pergilah dengan sepasang tangan yang kausebut kebahagiaan.
Aku di sini, akan belajar merelakan posisi yang sudah terganti.

Jumat, 19 Agustus 2016

Dalam penantian aku berdoa

Ya Allah,,,, 
Ikhlaskan hatiku bila kelak ia meninggalkanku untuk kebahagiaannya,,,,
Aku, masih aku yang dulu…
Yang tetap mencintaimu apapun yang terjadi..
Yang tetap menyayangimu tanpa lelah,,
Yang tetap mengaharapkanmu meski aku sendiri tak tahu sampai kapan ini….
Dan kamu, masih lah kamu yang membuatku tenang ketika berada di dekatmu,…
Yang tetap ku cintai meski aku tak tahu mungkinkah kelak kau mencintaiku pula,,,
Yang tetatap ku sayangi, meski mungkin dalam hatimu tak sedikitpun menyayangiku,,
Yang tetap kuharapkan meski tak sedikitpun kau member tanda harapanku itu akan terwujud atau tidak,,,
Ya Allah,,,
Mungkinkah kerumitan ini adalah ujian bagiku untuk menemukan kebahagiaanku kelak??
Ataukah,,
Kesukaran ini adalah pertanda darimu yang menghendakiku pergi dari dia??
Ya Allah,,,
besar keinginanku untuk bersamanya, mendampinginya sampai akhir hayatku..
Namun apa dayaku,,,
Aku hanya manusia biasa yang bisa bermimpi dan meengharapkan kebahagiaan,,
Dalam penantianku,,
Sempat aku merasa lelah,, namun lelah itu sirna sudah dengan senyumannya…
Dalam harapku,,,
Aku tak munafik aku sempat mengeluh, karena aku memang manusia biasa yg mendamba kebahagiaan,, namun aku selalu mencoba setia dalam harap dan penantian ini,,,
Aku menyayanginya,,,
Namun aku tak mau egois untuk mendapatkannya,,,
Karenanya, aku hanya sanggup diam dan menunggu,,,
Aku tak munafik,,
Aku memang mendambakan dia yang jadi pendampingku,,,
Namun aku tak mau memaksakan ini padanya,,,
Karenanya, aku hanya bisa mendambakannya dalam doa-doa yang kupanjatkan,,,
Aku menginginkannya halal untukku,,,
Karenanya aku ingin melalui ini dengan cara terbaik,,
Aku mencintai dia,,
Hingga mungkin aku sesekali tak sadar akan kebodohanku,,
Namun mencintainya bukanlah suatu kebodohan,,,
Mencintainya adalah suatu anugerah,,
Biarlah Allahku yang kelak menuntun langkahku,,,
Bila melepaskan dan merelakanmu adalah jalan terbaik untuk kebahagiaanmu,,,
Biarlah Allahku yang akan menguatkan hati dan ragaku,,,
Bila kelak aku bukanlah pilihanmu,,,

For You Always I Love

  Mungkin ini sering kali aku lakuin buat kamu dan mungkin hanya ini lah yang aku bisa lakukan untuk kamu... Aku tak bisa membuat sesuatu yang beda, sesuatu yang membuat kamu selalu teringat akan diriku... Cuma ini saja yang bisa aku kasih untuk kamu... Aku ga tau kamu menilainya apa, yang pasti aku sudah berusaha buat kamu selalu tersenyum... 
To : Cici Ratnasari Bukan sekali dua kali aku memberikan ini pada mu tapi, hanya ini yang bisa aku beri.. Sayang aku tau aku sudah tak ada dihatimu lagi, dan aku juga tau rasa untuk ku pun sudah tak ada tapi aku akan terus berusaha untuk membuat hati ini tenang dan aku akan terus bertahan dengan rasa ini, rasa dimana hanya tertuju pada kamu, hanya padamu... 
Aku berharap kamu bahagia dan selalu bahagia..  Sayang aku mau kamu berjanji satu hal... dan kamu harus ingat janji ini, dan aku ingin kamu menepati janji ini... " Apapun yang kamu mau, kamu harus kejar cita² kamu, kamu harus berjuang keras untuk dapetin apa yang kamu mau. " 
" Satu hal yang takakan aku lupa, ketika aku belajar untuk mencintai seseorang, aku tidak akan pernah melepaskannya.."




 From : Orang yang akan selalu mencintaimu..

Tanpa Syarat

Karena mencintaimu tak perlu alasan ~
Kau tau, mencintaimu seperti mimpi yang tak pernah jadi kenyataan. Berusaha bagaimanapun aku rasanya sia-sia.
Setiap malam aku tak pernah absen berdoa, berharap hatimu ada celah kecil untukku meringsek masuk secara paksa ke dalamnya. Lagi lagi rasanya percuma.
Kau tau, saat itu aku tengah dalam masa-masa paling sulit untuk bangkit dari keterpurukan hati. Berbagai cara sudah ku coba untuk mengembalikan bahagia yang sempat hilang.
Tapi, tak butuh waktu lama kau datang, memasuki ruang hati yang rasanya kosong dan terbawa pada masa lalu. Kau datang dengan cara yang baik. Tak memaksa bahkan tak pernah ku ketahui permulaannya. Kau datang dengan cepat dan tepat. Sampai akhirnya aku merasa kau adalah seseorang yang mampu menyembuhkan luka yang setiap detiknya menganga.
Aku mencintaimu dari jarak, waktu dan ruang yang tak pernah kau ketahui ~
Rasanya aku terlalu mendramatisir keadaan setiap kau disampingku, atau aku yang selalu membawa perasaanku ke dalam jurang paling dalam saat perhatianmu tertuju padaku.
Setiap waktu aku bodoh menunggumu dalam diam, berkhayal kau menjadikan imajinasiku nyata.
Aku selalu menyaksikan ribuan tentang kita, indah. Tapi saat ku dapati status kita hanya sebatas teman, rasanya aku terlalu memaksakan diri. Mungkin kita memang teman. Yang selamanya akan hanya menjadi teman. Dan kepastian yang ingin ku dapatkan hanya angan, semisal kata diakhir 'teman', teman hidup!
Aku memahami bahwa kita berbeda, dunia mu terlalu jauh ku gapai. Kesibukan kita yang membuat pertemuan semakin susah, komunikasi pun terasa sangat singkat. Jarak pun tak mengizinkan kita untuk bertatap muka saling melempar rindu. Rasanya hanya aku yang merindu.
Tunggu, atau aku yang tak pernah menyadari bahwa ruang hatimu masih penuh? Penuh dengan kenangan dan sisa-sisa masalalumu. Yang selalu ku coba menyapu bersih dari ingatanmu namun gagal.
Aku terlambat mengerti bahwa sosoknya masih indah di matamu, menetap jiwanya dalam jiwamu, kasihmu yang teramat luar biasa padanya. Hingga siapapun seperti menjejalkan kakinya diatas tumpukan paku, saat mencoba mengusik posisinya dari hidupmu. Termasuk aku.
Percayalah, aku akan setia meski lara ~
Sekian kalinya aku terluka, karena beberapa hal yang kau sebabkan.
Tapi aku bertahan. Bagi mereka aku bodoh. Ya, memang. Menunggu dirimu yang tak pernah tau bahwa aku mencintaimu. Seharusnya aku mengatakan. Mengatakan padamu bahwa aku sayang. Entah saat alasan ditanyakan, aku tak pernah mampu menjawab. Yang jelas saat denganmu aku bahagia.
Aku akan tetap demikian. Dengan keadaan bagaimanapun. Sampai jarak, waktu dan ruang yang memutuskan bahwa aku harus berhenti. Berhenti tanpa syarat.
Mungkin, saat semua terlambat masing-masing dari kita akan saling mengerti.
Aku hanya mencintaimu,
tidak memaksa untuk kau mencintai kembali,
jadi tak usah khawatir... :D

Aku mencintaimu.
Jika kau benci aku,
panah saja diriku
Tapi, jangan hatiku ya,
karna disitu ada kamu....

BERKATI AKU DENGAN DOA MU

Beri aku pemikiranmu
beri aku sumpah dan janji
berikan petunjuk untuk doa ku ini
beri perlindungan hatiku..

Beri aku alasan baru
beri mimpiku sayap agar bisa terbang
berkati aku dengan doamu
lihatlah aku juga..

Apa kau mendengar 
aku menangis
apa kau mendengar 
kenapa aku menangis 

Tujuan hilang
jalanan sepi
datang dan bawalah aku pergi
hanya itu doaku

Perlindunganmu
kau milikku
masih ada waktu 
bagai mana ini terjadi 
aku ingin kau datang dalam hidupku 
seperti harapan yang jadi kenyataan
kau tenangkan jiwa ku 
kau kepercayaanku
 

Kamis, 18 Agustus 2016

Aku Hilang Tanpamu

Seharusnya mereka bikin satu kata yang baru
   yang benar-benar bisa ngejelasin apa yang aku rasain ini
   satu kata diatas kata "sayang"
   diatas kata cinta
   satu kata yang artinya lebih
   dari semua kata yang pernah ada
   karena kata cinta
   ga cukup mewakili apa yang aku rasain sekarang!
   terlalu berat buat manusia biasa
   untuk bisa mengerti dan menjalani CINTA
   tapi yang pasti 
   perkawinan dengan cinta akan berlangsung selamanya
   karena cinta itu hakiki

Rabu, 17 Agustus 2016

Harapan Seorang Insan

Aku kira semuanya akan indah,
Aku kira cinta ini akan membuat istana baru 
Aku kira dirimu akan membuat ku benar-benar tersenyum kembali
Ternyata semua itu hanya khayalanku, takdir berkehendak lain
seharusnya dari dulu aku menyadari hal itu,
tuhan belum mengijinkan aku untuk bahagia...

Aku selalu mengharapkan ada yang akan menghapus air mata ini,
mengurangi beban hidup ini, mengurangi luka hati ini, 
mengurangi kesedihan dan kesepian ini..
Aku insan yang bisa membuat orang disekitarku bahagia
Aku insan yang sedang berjuang untuk membahagiakan orang yang menyayangiku
Aku insan yang membutuhkan mu, membutuhkan cintamu, membutuhkan kasih sayangmu,
membutuhkan ketulusanmu dan membutuhkan kamu yang bisa mencintaiku 
dengan apa adanya...

Kamu tau apa yang aku rasakan saat ini 
bunga yang tadinya sedang bermekar indah 
kini tlah layu dan jatuh ketanah..
kini tlah menjadi sampah yang tak berguna lagi

Aku sadar aku tlah melukai hatimu lebih dari ini,
aku memang insan yang paling bodoh didunia
aku memang tak pantas untuk mendapatkan maapmu...
aku pun sadar aku bukan insan yang sempurna
 tapi aku mohon beri aku kesempatan untuk bisa menebus semua kesalahanku
dengan caraku sendiri...

Coba kamu lihat hatiku, hati yang benar-benar mencintaimu dengan sungguh
bila memang kau tak mencintaiku jangan memberi harapan itu,
aku yang begitu amat sangat berharap memilikimu 
kini harapan itu tlah hancur...

Andai

Tak tau apa yang aku rasa sekarang :(
mungkin terlalu besar luka yang ku beri sehingga kau melakukan hal ini 
buta hatiku, oleh keindahan mu 
hanya ada dirimu didalam hatiku didalam hidupku
andaikan kau tau ku sangat mencintaimu
namun kau tak pernah merasa seperti yang kurasakan kepadamu..
selama ini aku salah mengartikan maksud dibalik hatimu
selama ini aku anggap engkau benar-benar cinta kepadaku
dan akhirnya ku tau kau tak mencintaiku..
Aku sadar mungkin ini semua sudah suratan takdir untukku
kisah ku tak seindah mimpi-mimpiku
andai waktu bisa ku ulang kembali mungkin aku tak pernah merasakan rasa yang membuatku kembali terjatuh...

Selasa, 05 Januari 2016

Quotes About Perpisahan

“Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan”

“Farewell. Pada akhirnya yang bertemu akan berpisah. Yang ada akan tiada. Yang datang akan pergi. Yang lewat akan berlalu. Entah bergegas entah mengulur waktu perginya. Tapi pasti …. Pasti!” 

“Tuhan pasti bertanggung jawab: menciptakan perpisahan, berarti siap menanggung resiko menerima rentetan doa-doa tentang pertemuan yang antri untuk dikabulkan”

“Jika memang kita tidak ditakdirkan bersama. Mengapa Tuhan mengizinkan kita untuk dipertemukan?”

“Jejak ini mengendap sudah.
Tersapu habis buih.
Terpecah karang,
demikian tangis ini.
Peluk aku sebisamu.
Layaknya pasir pantai membenamkan mata kakiku.
Selagi kaki ini masih menjejak.
Selagi jantung masih berdetak.
Selagi bisa kita menderak jarak.
Menjadikannya serupa bisik serak.
Koyaklah waktu!
Jadikan ini milikmu!
Rengkuh…
Seharusnya ini milikmu.
Seandainya kamu tahu!
Bodohnya kamu…” 


“Kering sudah muara sungaiku. Menamparmu yang menari, bernyanyi, dan berjalan memunggungiku. Musnah aral dalam pelarian. Kau rampas sukmaku.” 

“Jejak ini mengendap sudah.
Tersapu habis buih.
Terpecah karang,
demikian tangis ini.
Peluk aku sebisamu.
Layaknya pasir pantai membenamkan mata kakiku.
Selagi kaki ini masih menjejak.
Selagi jantung masih berdetak.”


Ayuus Fairuz

Quotes About Peluk

“Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.”

“Barangkali itulah mengapa kematian ada, aku menduga. Mengapa kita mengenal konsep berpisah dan bersua. Terkadang kita memang harus berpisah dengan diri kita sendiri; dengan proyeksi. Diri yang telah menjelma menjadi manusia yang kita cinta.”

“Seharusnya ada perayaan hari ini, bukan peluk sesaat untuk selamanya.”

“Jejak ini mengendap sudah.
Tersapu habis buih.
Terpecah karang,
demikian tangis ini.
Peluk aku sebisamu.
Layaknya pasir pantai membenamkan mata kakiku.
Selagi kaki ini masih menjejak.
Selagi jantung masih berdetak.
Selagi bisa kita menderak jarak.
Menjadikannya serupa bisik serak.
Koyaklah waktu!
Jadikan ini milikmu!
Rengkuh…
Seharusnya ini milikmu.
Seandainya kamu tahu!
Bodohnya kamu…” 

“Jejak ini mengendap sudah.
Tersapu habis buih.
Terpecah karang,
demikian tangis ini.
Peluk aku sebisamu.
Layaknya pasir pantai membenamkan mata kakiku.
Selagi kaki ini masih menjejak.
Selagi jantung masih berdetak.” 

Ayuus Fairuz

Quotes About Patah Hati

“Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.” 

“Kadang aku merasa sudah dekat dengan kegilaan.
Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang?

Bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang -yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu- tak melibatkan lagi namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apapun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa-basi pada hari perayaan agamamu.

Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya. Bahkan sekadar untuk diingat.” 

“Yang membuatmu patah hati sebenarnya bukan cinta,melainkan besarnya harapan 
yang kau pertaruhkan untuknya.” 

“terkadang cinta itu bodoh,saat kita tau bahwa seorang yang kita cintai tak bisa mencintai kita tapi kita masih saja berharap adanya keajaiban.” 

“salah satu hal yang menyakitkan tetang patah hati adalah dia tak pernah berteriak hingga tak ada yang mendengarnya kecuali diri sendiri.” 

“Buat apa merisikokan patah hati untuk orang yang nggak benar-benar bisa membuatmu jatuh hati?” 

“rindu adalah mahkota kebesaran yg kukenakan, berharap kamu dapat mengenaliku dari kejauhan.
padamu, apa yg kusebut sebagai cinta tak lebih tegar dari setetes embun yg berhastrat meretaki bebatuan, tak lebih khusyuk dari do'a-do'a yg kuisyaratkan dalam munajat-munajat hening pengharapan” 

“Kering sudah muara sungaiku. Menamparmu yang menari, bernyanyi, dan berjalan memunggungiku. Musnah aral dalam pelarian. Kau rampas sukmaku.” 

“pada kilatan pisau yang kau asah
berbayang urat leherku
pada beling-beling kaca yang kau pecah
bercermin sayatan-sayatan hatiku
dan luka di jantungku, 
sayang

pada kilatan pisau
dan pecahan-pecahan kaca
kau bermain didalamnya
menyulang percikan-percikan darahku” 

“Kau tak tahu betapa sedihnya hati yang menanti. Kini, selamanya kau menjadi punggungku. Mewarnai hidup yang pernah kosong walaupun sementara. Memupuki hati yang dirundung sepi walaupun sementara. Serta menyiksa cinta yang hampir beku walaupun sementara.” 

“hari ini aku adalah bahagian terburuk dari mimpi
namun hidup harus tetap menyala, meski perih kusirami dengan air mata sendiri” 

“Aku tahu sekarang, apa yang terparah dari patah hati. Aku tidak mati. Walau sakitnya membuat semua tulangku lantak, walau sakitnya membuat semua luka menganga, tapi aku terus hidup. Aku akan terus hidup dengan semua sakit di dada.” 

“Tidak perlu membesar-besarkan sesuatu, yang pada dasarnya memang tidak besar . Kamu berlebihan” 

Ayuus Fairuzz

Cinta

Kalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang 
kau inginkan nanti? 
Sepi. kalau nanti kau 
dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan 
waktu? 
Sendiri. bila hari tak lagi berani
munculkan diri, dan kau tinggal untuk
menanti?
Cari. andai bumi sembunyi saat
kau berlari?
Mimpi. lalu malam menyer-
gapmu dalam pandang tiada tepi?
Hati.
baik...aku tak lagi memberimu mungkin?
kecuali. baik..baik, aku hanya akan menya-
pamu tanpa kecuali?
Mungkin. dan jika
tetap seperti itu, embun takkan jatuh dari
kalbumu?
Sampai. akankah kau patahkan
tubuhmu hingga musim tiada berganti?
Mari. lalu kau tumbuhkan bunga tanpa
kelopak tanpa daun berhelai-helai?
Kemari.
juga kau benamkan yang lain dalam jurang
di matamu?
Aku. katakan bahwa kau mene-
rimamu seperti aku memberimu?...
kau? ya. kau?...aku.

Quotes About Cinta

“Maafkan
Jika senyumku
Tersembunyi dibalik air mata
Dan kata-kata mesra
Menjadi tanpa daya
Karena terperangkap
Dalam Prasangka

Tapi Tuhan Tahu..
Cinta yang kupunya
Lebih berwarna
Dari yang kau kira” 



“Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.” 

“mencintaimu adalah bahagia & sedih;
bahagia karna memilikimu dalam kalbu;
sedih karena kita sering berpisah” 


“Aku tidak pernah keberatan menunggu siapa pun berapa lama pun selama aku mencintainya"


“Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu. 
Aku ingin orang itu selamanya aku. ” 

“Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu” 

“Ada dunia di sekelilingmu. Ada aku di sampingmu. Namun, kamu mendamba rasa sendiri itu.” 

“...Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu...”

“Sebenarnya aku tidak bermaksud menghindarimu. Aku hanya berusaha menghindari perasaanku sendiri dengan menghindarimu” 

''Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angla

Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
Sebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi."

“Cinta dan memberi adalah dua kata sejati dalam kamus nurani” 

“Kenapa selama ini orang praktis terlupa akan burung gereja, daun asam, harum tanah: benda-benda nyata yang, meskipun sepele, memberi getar pada hidup dengan tanpa cincong? Tidakkah itu juga sederet rahmat, sebuah bahan yang sah untuk percakapan, untuk pemikiran, untuk puisi—seperti kenyatan tentang cinta dan mati?"

“Aku tak ingin berakhir seperti mereka, saling mencintai. Lantas kehilangan dan kini mereka hanya mengenang dan merenung dari jauh.”

“Apakah cinta
selalu menyediakan airmata?” 

“Jangan menunda. Jangan habiskan separuh hidupmu untuk menunggu waktu yang tepat. Seringnya, saat kau sadar, waktu yang tepat itu sudah lewat. Kalau sudah begitu, kau cuma bisa menyesal.” 

“Menunggu cinta bukan sesuatu yang sia-sia. Menunggu seseorang yang tidak mungkin kembali, itu baru sia-sia.”

“Kita perlu jatuh cinta atau patah hati untuk dapat membuat puisi yang bagus.” 

“Tak pernah ada yang salah dengan cinta. Ia mengisi sesuatu yang tidak kosong. Tapi yang terjadi di sini adalah asmara, yang mengosongkan sesuatu yang semula ceper. Dengan rindu. Belum tentu nafsu.” 

“Cinta, sebuah kata yang tak persis pengertiannya, kecuali ketika kita merasakan sakitnya. 

“Jangan mencari yang besar-besar, cukup mengerjakan yang kecil-kecil dengan cinta yang besar. Makin kecil yang kita hadapi harus makin besar cinta yang kita berikan” 

“Cinta yang tidak dipersatukan Allah di Dunia mungkin disimpankan-Nya untuk dipersatukan di akhirat nanti.”

“cara yang terbaik untuk mengobati cinta yang luka adalah : JATUH CINTA LAGI” 

“Tidak ada yang terenggut. Setiap orang punya keajaiban cintanya sendiri. Kau hanya belum menemukannya.” 

Dalam Doaku

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu..

Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu

‪#‎CDH‬

Kamis, 03 Desember 2015

Pergi Dengan Indah

Aku tidak sempurna dan aku bukan sosok idaman mu
tapi jiwa ku dan raga ku seluas cinta ku 
biarkan aku yang membuktikan biarkan aku yang menunjukkan 
cinta ku adalah perjuangan pertandingan hidup dan matiku
ku tak akan nanti melakukan sebelum semua kau dasari 
tak pernah salah ku mencintamu memujamu asalkan kau lihat hatiku

Cinta ini cinta pertama ku 
cinta ini yang membuat ku bertahan untuk tetap mencintaimu
tapi kali ini maafkan aku penantian ini harus berakhir
bukan karna aku tak mencintaimu lagi
bukan aku tak menyayangimu lagi
dan bukan aku tak mau memperdulikanmu lagi 

Aku masih cinta
aku masih sayang
aku masih memperdulikan mu dulu
hingga sekarang dan  
hingga nyawaku terpisah dari raganya
tapi maaf kali ini aku harus pergi
dan harus benar benar pergi 
cinta bukan buta tapi cinta memahami
semoga hidup ini lebih berwarna bagi kita
meski harus terpisah...

Aku ingin kamu bahagia
Aku ingin kau menemui hidup yang sesungguhnya
Aku ingin kau berguna tegar dan menjadi ibu yang baik...

Saat ini aku tuntaskan perjalanan ini
Tak menemukan cinta sejati


Untuk mu yang aku cintai :*